Friday, April 12, 2019

Pengertian dan Penjelasan Kronik Sejarah dalam Imu Sejarah

5. Kronik Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

Kronik adalah kumpulan catatan perjalanan seorang musafir, pujangga, ataupun pendeta pada zaman dahulu. Mereka biasanya menulis catatan bebas berisi peristiwa yang mereka alami, amati dan rasakan. Kronik biasanya mencatumkan waktu peristiwa yang mereka alami. Kronik sebagai sebagai kebiasaan mendokumentasikan peristiwa ditemukan pada dinasti Tiongkok zaman dahulu. Para musafir dan pendeta India yang datang ke nusantara pun menulis kronik. Contonya adalah catatan perjalanan Fa-Hien, seorang pendeta tiongkok yang singgah di Pulau Jawa dalam perjalanan pulang ke Tiongkok dari India. Dalam kronik tersebut, Fa-Hien menjelaskan tentang kehidupan masyarakat pesisir di beberapa tempat yang disinggahinya telah mendapat pengaruh Hindu-Budha.

Kronik dapat dijadikan sebagai sumber sejarah karena banyak kejadian / peristiwa penting yang tercatat dalam kronik. Selain itu, kronik berisi catatan peristiwa yang disertai dengan catatan waktu. Meskipun demikian, penggunaan kronik sebagai sumber sejarah memerlukan kritik dan sumber lain sebagai referensi. Hal ini karena kronik disusun / ditulis berdasarkan pengamatan pihak penyusun kronik tanpa disertai bukti-bukti yang valid.


Artikel ini membahas : 

Pengertian kronik, pengertian kronik sejarah, dinasti tiongkok zaman dahulu, catatan perjalanan Fa-Hien, Fa-Hien pendeta tiongkok, salah satu cerita pendeta tiongkok yang pernah ke pulau jawa, perjalanan fa-hien ke pula jawa, penjelasan kronik, kronik dapat dijadikan sumber sejarah, kronik catatan peristiwa yang disertai catatan waktu, penjelasan kronik pada ilmu sejarah, apa itu kronik?, penyebab munculnya kronik sejarah, asal-usul kronik sejarah

Penjelasan Ruang Lingkup Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

4 Ruang Lingkup Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah



a) Sejarah sebagai Ilmu
Dalam kedudukannya sebagai sebuah ilmu, sejarah merupakan susunan pengetahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau. Dalam kedudukannya sebagai ilmu, sejarah memiliki sifat khas yang membedakan dengan ilmu sosial lainnya. Sifat khasnya sebagai berikut.

1) Segala Peristiwa dan aktivitas pada masa lalu yang dikisahkan berdasarkan urutan waktu ( kronologis )
2) Ada Hubungan sebab akibat atau kausalitas dari setiap peristiwa yang terjadi
3) Kebenaran sejarah bersifat subjektif karenanya masih perlu penelitian lanjutan untuk mencari kebenaran hakiki.

Sebagai sebuah ilmu sejarah dapat bermanfaat secara instrinsik dan ekstrinsik. Berikut penjelasannya.

1) Manfaat Instrinsik, berkaitan dengan kedudukannya sebagai ilmu dan dalam rangka pembinaan profesi kesejarahan. Seperti halnya sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau, sejarah sebagai pernyataan pendapat, dan sejarah sebagai profesi

2) Manfaat Ekstrinsik, berkaitan dengan beragam teladan yang bisa dijadikan contoh dan pedoman agar manusia semakin arif. Seperti halnya sejarah sebagai pendidikan moral, pendidikan penalaran, pendidikan politik, pendidikan kebijakan, pendidikan perubahan, dan pendidikan masa depan.

Selain memiliki manfaat, sejarah sebagai ilmu juga memiliki fungsi yang penting bagi manusia. Fungsi sejarah sebagai ilmu sebagai berikut.

1) Fungsi rekreatif, fungsi ini dapat dirasakan ketika seseorang mengunjungi situs-situs sejarah dan membaca buku sejarah, karena pada saat ini imajinasi pembaca akan terbawa pada kisah sejarah yang sedang diperhatikan.

2) Fungsi Inspiratif, banyak kisah dan teladan dalam sejarah yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus bangsa.

3) Fungsi instruktif, artinya sejarah dapat digunakan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran.


b) Sejarah sebagai Peristiwa
Peristiwa pada masa lampau dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah jika memenuhi beberapa syarat berikut.

1) Objektif, artinya peristiwa tersebut didukung oleh fakta yang dapat mendukung bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi di masa lampau.

2) Unik, artinya tidak ada peristiwa lain yang sama dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu.

3) Penting, artinya peristiwa tersebut memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.


c) Sejarah sebagai Kisah
Melalui kisah sejarah, dapat terlihat gerak dinamis yang terjadi di bumi dengan manusia sebagai objeknya. Sejarah sebagai kisah merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap suatu peristiwa.


d) Sejarah sebagai Seni
Menurut Wilhelm Dilthey, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa. Sejarah tidak hanya mempelajari segala yang bergerak dan berubah atau tampak di permukaan, tetapi juga motivasi yang mendorong terjadinya perubahan bagi pelaku sejarah.



Artikel ini membahas :

Ruang lingkup sejarah, prinsip dasar dalam ilmu sejarah, penjelasan mengenai ruang lingkup sejarah, pengertian ruang lingkup sejarah, pengertian dan penjelasan sejarah sebagai ilmu, pengertian dan penjelasan sejarah sebagai peristiwa, pengertian dan penjelasan sejarah sebagai kisah, pengertian dan penjelasan sejarah sebagai seni, sifat khas sejarah, macam manfaat sejarah, manfaat instrinsik dan ekstrinsik sejarah, fungsi sejarah, pengertian fungsi rekreatif sejarah, pengertian fungsi inspiratif sejarah, pengertian fungsi instruktif sejarah, syarat suatu peristiwa dapat disebut peristiwa sejarah, syara objektif, unik, dan penting dalam sejarah, pengertian sejarah menurut Wilhelm Dilthey.




Unsur-Unsur Ilmu Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

3. Unsur- Unsur dalam Ilmu Sejarah

Sejarah sendiri adalah ilmu yang mengkaji kehidupan manusia di masa lalu, maka dari itu ilmu sejarah tidak dapat lepas dari ketiga unsur berikut.

a. Manusia
Manusia dan sejarah selalu berkaitan. Manusia merupakan unsur utama dalam sejarah. Manusia memiliki kedudukan sebagai subjek dan objek sejarah. Sebagai objek, manusia merupakan aktor sentral dalam kajian sejarah. Sebagai subjek, manusia berperan merekonstruksi sebuah peristiwa menjadi sebuah kisah atau cerita.


b. Ruang

Dalam kajian sejarah unsur yang tidak dapat dilepaskan adalah ruang atau tempat. Suatu peristiwa hanya akan berlangsung di suatu tempat tertentu. Artinya, hanya aka nada satu peristiwa yang terjadi di suatu tempat. Sebagai contoh, peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, yang terjadi di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Peristiwa tersebut hanya terjadi di ruang atau tempat itu saja.


c. Waktu
Sejarah terdiri atas kejadian-kejadian yang dialami manusia pada masa lalu. Kejadian-kejadian tersebut merupakan bukti bahwa kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari unsur waktu. Tetapi tidak semua kejadian yang dialami manusia pada masa lalu dapat disebut sejarah. Hal ini karena peristiwa sejarah bersifat unik, yang berarti peristiwa sejarah hanya terjadi sekali dan tidak dapat berulang kembali.


Artikel ini membahas :

Unsur-unsur sejarah, unsur-unsur sejarah dan penjelasannya, unsur-unsur sejarah dan pengertiannya, 3 macam unsur sejarah, unsur sejarah dalam ilmu sejarah, pengertian dan penjelasan manusia dalam unsur sejarah, pengertian dan penjelasan ruang dalam unsur sejarah, pengertian dan penjelasan waktu dalam unsur sejarah, materi sejarah sma tentang prinsip dasar sejarah, materi sejarah pengertian sejarah. penjelasan unsur manusia, ruang, dan waktu dalam unsur sejarah














5 Ciri-Ciri dari Ilmu Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

2. Ciri-Ciri dari Ilmu Sejarah dalan Prinsip Dasar Ilmu Sejarah


Menurut Kuntowijoyo, sejarah memiliki beberapa ciri sebagai berikut,


a. Bersifat Empiris

Bersifat empiris dikarenakan bergantung pada pengamatan dan pengalaman manusia. Dalam hal ini ilmu sejarah sama halnya dengan ilmu alam karena dikaji berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan penyerapan. Pengamatan dan penelitian dalam ilmu sejarah menggunakan peninggalan-peninggalan, bukti-bukti, serta kesaksian dari para pelaku dan saksi sejarah. Maka dari itu, sejarah memerlukan ilmu bantu seperti, antropologi, arkeologi, dan fisologi.


b. Mempunyai Objek
Objek sejarah selalu berkaitan dengan eksitensi manusia. Akan tetapi, sejarah memfokuskan kajiannya dari sudut pandang waktu. Artinya objek yang diteliti berkaitan dengan peristiwa yang menyangkut dimensi masyarakat dimasa lampau.


c. Mempunyai Teori
Teori sejarah muncul setelah sejarawan melakukan serangkaian penelitian dan menemukan kesimpulan baru yang membedakan dengan kesimpulan sebelumnya.


d. Mempunyai Generalisasi
Generalisasi dapat dipahami sebagai kesimpulan umum. Kesimpulan umum dalam sejarah didapat setelah sejarawan melakukan serangkaian penelitian dan rekonstruksi sejarah. Kesimpulan sejarah bersifat ideografis ( unik dan khusus ) serta dapat digunakan untuk mengoreksi kesimpulan lain.


e. Mempunyai Metode
Metode sejarah mengharuskan peneliti atau sejarawan melakukan tahapan-tahapan penelitian sesuai cara kerja peneliti sejarah. Metode penelitian sejarah sendiri memiliki 5 tahapan yang mana terdiri dari pemilihan topik, heuristic, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah.


Artikel ini membahas tentang :

Ciri-ciri ilmu sejarah, ciri-ciri sejarah, prinsip dasar ilmu sejarah, ciri-ciri sejarah menurut Kuntowijoyo, ciri sejarah bersifat empiris, ciri sejarah memiliki objek, ciri sejarah mempunyai teori, ciri sejarah mempunyai generalisasi, ciri sejarah mempunyai metode, ciri-ciri ilmu sejarah beserta penjelasannya, teori Kuntowijoyo mengenai ciri-ciri sejarah, materi sejarah sma tentang ciri-ciri sejarah.

Pengertian Ilmu Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

1. Pengertian Ilmu Sejarah dalam Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

Sejarah merupakan rangkaian kejadian atau pengalaman yang memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Secara etimoligi kata sejarah sendiri berasal dari bahasa arab, syajarah ( syajaratun ) yang berarti pohon. Pohon digunakan untuk melukiskan pertumbuhan terus-menerus dari berbagai bagiannya. Bagian dari pohon menunjukkan aspek kehidupan satu dengan yang lainnya yang saling berhubungan. Maka hubungannya dengan sejarah adalah kehidupan manusia manusia terus bergerak dan berkembang seiring perjalanan waktu di tempat manusia berada. Sejarah bersifat dinamis, tumbuh, hidup, berkembang, serta akan berjalan terus sepanjang masa.

Berikut tambahan penjelasan dari berbagi ahli mengenai pengertian dari ilmu sejarah.

a) Taufik Abdullah, sejarah adalah tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

b) Muhammad Yamin, sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau.

c) Sartono Kartodirdjo, beliau memiliki dua arti pengertian sejarah,

1. Sejarah dalam arti subjektif, adalah suatu konstruksi atau bangunan yang disusun penulis sebagai uraian atau cerita.
2. Sejarah dalam arti objektif, adalah kejadian yang dapat ditunjukkan dengan bukti-bukti yang memiliki kebenaran objektif.

Kesimpulannya, Sejarah mempelajari tentang semua seluk-beluk aktivitas manusia pada masa lalu. Sebagai rekontruksi masa lalu, sejarah menjelaskan tentang semua aktivitas manusia yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh manusia.



Artikel ini membahas : pengertian ilmu sejarah, prinsip dasar ilmu sejarah, pengertian sejarah menurut berbagai tokoh, pengertian sejarah menurut Taufik Abdullah, pengertian sejarahn menurut Muhammad Yamin, pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo, pengertian sejarah dalam arti subjektif, pengertian sejarah dalam arti objektif, arti sejarah dalam bahasa arab, arti kata syajaratun dalam bahasa arab